Install Ubuntu Server 18.04 LTS di Virtual Box

Hai kawan-kawan semua. Di kesempatan sebelumnya saya pernah nge-share cara install Virtual Box di Ubuntu. Nah, Di kesempatan kali ini saya mau share cara install OS Ubuntu Server di Virtual Box. Kenapa di Virtual Box ? karena laptop saya cuma satu dan masih belajar tentang server makanya masih lebih aman menggunakan Virtual Box dibanding bikin partisi baru untuk dualboot. Berikut langkah-langkahnya :

  1. Jalankan Virtual Box. Tampilannya seperti gambar dibawah ini.
Menu Utama Virtual Box

2. Untuk memulai membuat mesin virtual klik menu New dan akan tampil kotak dialog Create Virtual Machine. Pada bagian Name, isi nama mesin sesuka kamu. Pada bagian Machine Folder, pilih lokasi tempat penyimpanan mesin virtual kamu. Pada bagian Type, pilih Linux. Dan pada bagian Version, pilih Ubuntu. Kemudian pilih Next.

Name and Operating System

3. Selanjutnya atur alokasi RAM yang ingin digunakan untuk menjalankan Mesin Virtual. Disni saya mengalokasikan 2 GB dari total 8 GB. Kemudian pilih Next untuk melanjutkan.

Memory size

4. Pada halaman selanjutnya pilih jenis type file hard disk yang ingin digunakan. Disini saya memilih VDI (VirtualBox Disk Image). Kemudian pilih Next untuk melanjutkan.

Hard disk file type

5. Di halaman selanjutnya yaitu storage on physical hard disk terdapat dua pilihan yaitu Dynamically Allocated (Pengalokasian ukuran virtual hard disk secara dinamis) dan Fixed size (ukuran virtual hard disk bersifat tetap). Disini saya memilih Dynamically Allocated. Kemudian pilih Next untuk melanjutkan.

Storage on physical hard disk

6. Pada halaman selanjutnya yaitu hard disk, kita akan diberi 3 pilihan pengaturan hard disk yang akan digunakan mesin virtual yaitu pertama, do not add a virtual drive. Pilihan ini digunakan untuk pengguna tingkat mahir, karena hard disk virtual akan dibuat dalam pengaturan terpisah dan setelah pembuatan mesin virtual selesai dilakukan. Kemudian pilihan kedua, create a virtual hard disk now. Pilihan ini digunakan untuk membuat hard disk virtual baru bersamaan dengan pembuatan mesin virtual. Dan pilihan ketiga, use an existing virtual hard disk file. Pilihan ini digunakan apabila hard disk virtual yang sudah ada. Disini saya memilih create a virtual hard disk now. Selanjutnya pilih Next.

Hard disk

7. Dihalaman selanjutnya yaitu menentukan lokasi file dan ukuran mesin virtual yang akan dibuat. Disini Lokasi penyimpanan default dan size nya 10 GB. Kemudian pilih Create.

File location and Size

8. Selanjutnya akan muncul mesin virtual yang telah kita buat tadi.

Mesin Virtual yang telah dibuat

9. Langkah selanjutnya adalah memasukkan file image OS Ubuntu Server kedalam Mesin Virtual yaitu pilih Settings > Storage > pada bagian Controller IDE klik icon + (optical disk drive) > cari lokasi file image OS Ubuntu Server. Kemudian klik OK.

Menambahkan file OS Ubuntu Server

10. Setelah image OS Ubuntu Server dimasukkan, langkah selanjutnya adalah klik tombol start (icon tanda panah ke kanan) dan proses penginstalan dimulai.

11. Terdapat 13 tahap yang dalam proses penginstalan Ubuntu Server ini. Tahap pertama yaitu memilih bahasa yang ingin digunakan. Disini saya memilih English dan kemudian tekan enter.

Memilih bahasa yang ingin digunakan

12. Tahap kedua yaitu Keyboard Configuration. Disini saya tidak merubah apapun. Untuk Layout dan Variant saya memilih English (US). Kemudian pilih Done.

13. Tahap ketiga yaitu Network Connection. Disini saya biarkan default. Kemudian pilih Done.

Penagturan Network Connections

14. Tahap ke empat yaitu Configure Proxy. Karena saya tidak menggunakan proxy jadi field proxy address saya biarkan kosong, dan kemudia pilih done.

Pengaturan Proxy

15. Tahap ke lima yaitu Configure Ubuntu Archive Mirror. Ini adalah alamat repository yang ingin digunakan. Disini saya biarkan default yaitu http://archive.ubuntu.com/ubuntu kemudian pilih done.

Pengaturan mirror ubuntu

16. Tahap ke enam yaitu Pengaturan File System. Pada tahap ini terdapat empat pilihan, yaitu Use an Entire Disk (membuat installer melakukan partisi otomatis pada harddisk anda tanpa LVM (Logical Volume Management). Kemudian pilihan kedua Use an Entire Disk and Set Up LVM (meminta installer melakukan partisi secara otomatis tetapi dengan membuat LVM). Kemudia pilihan ketiga Manual (mengharuskan anda mendefinisikan partisi secara manual). Disini saya memilih Use an Entire Disk kemudian tekan enter. Kemudian pilih disk yang telah kita buat pada mesin virtual sebelumnya. Sistem akan otomatis mengatur partisi yang akan kita gunakan nantinya. kemudian pilih Done dan continue untuk melakukan proses instalasi.

Pengaturan File System
Pilihan disk yang akan digunakan untuk penginstalan
Partisi yang telah terbentuk.
Confirm untuk proses instalasi.

17. Tahap ke tujuh yaitu mengisi user name dan password yang ingin digunakan pada saat masuk ke sistem. Pilih done apabila telah mengisi seluruhnya.

Pengisian user name dan password untuk login ke sistem

18. Tahap ke delapan yaitu SSH Setup. Disini diberi pilihan untuk menginstall OpenSSH Server atau tidak. Kemudian pilih Done dan proses instalasi telah selesai.

Instal OpenSSH Server

19. Apabila instalasi telah sukses, sistem akan meminta user name dan password yang telah dibuat untuk masuk ke sistem.

Login Ubuntu Server
Berhasil masuk ke sistem ubuntu server

Demikian share saya kalini. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s